Penguatan CPO, Nikel, Hingga Agenda Penting Minggu Depan bagi Investor

Pada perdagangan akhir pekan ini indeks harga saham gabungan ditutup menguat. Berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel serta timah berhasil menjadi sentimen positif di pasar.

Pada hari Jumat (25/01)IHSGditutup menguat +16 poin (+0,25%) pada level 6.482. Sektor perkebunan dan properti yang masing-masing bertambah +29 poin (+1,80%) dan +5 poin (+1,13%) menjadi penopang pergerakan indeks hari ini. Sementara itu nilai tukar rupiah diperdagangkan menguat +77 poin (+0,55%) pada level Rp14.092, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp141,9 miliar di pasar reguler.

Agenda besar di Minggu depan perlu diperhatikan oleh para investor. Mengingat agenda besar yaitu pada negosiasi dagang akan menunjukkan sinyal kelanjutkan perdagangan global. Selain negosiasi dagang AS-China pada 30-31 Januari, pekan depan pun ada genda voting parlemenInggrisatas Brexit pada 29 Januari. Sedangkan bank sentral AS Federal Reserve akan menggelar dua hari rapat pada 29-30 Januari. Investor diharapkan untuk wait and see.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  1. Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Existing Home Sales pada Selasa malam; disambung dengan rilis Flash Manufacturing PMI dan Crude Oil Inventories pada Kamis malam ; berikutnya data Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
  2. Dari kawasanEropadan Inggris: berupa rilis data Average Earnings Index 3m/y dan German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; diikuti dengan pengumuman Main Refinancing Rate dari ECB pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.00%; diakhiri dengan rilis German Ifo Business Climate pada Jumat sore.
  3. Dari kawasan AsiaAustralia: berupa rilis data GDP q/yChinapada Senin pagi; kemudian pengumuman BOJ Policy Rate pada Rabu pagi yang diperkirakan bertahan di level negative rate -0.10%.

(IPOT/Kontan/Vibiz)