A Limited Upside for IHSG

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, seiring investor merespon positif langkah pemerintah AS yang akan mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown) terpanjang dalam sejarah. Dow Jonesnaik 183,96 poin (+0,75%) menjadi 24.737,2,S&P 500menguat 22,43 poin (+0,85%) menjadi 2.664,76 danNasdaqmenambahkan 91,40 poin (+1,29%) menjadi 7.164,86. Bursa saham utama AS bergerak variatif selama sepekan terkahir, dengan Dow Jones dan Nasdaq menambah kenaikan di minggu ke-5 berturut-turut. Tetapi S&P 500 membukukan kerugian secara mingguan untuk pertama kalinya di tahun ini, dan menghentikan kenaikan yang terjadi dalam 4 minggu sebelumnya. Dalam sepekan, Dow Jones menguat +0,12% dan Nasdaq naik +0,11%, sedangkan S&P 500 melemah -0,22%.

Dari dalam negeri,IHSGberhasil menguat 16,18 poin (+0,25%) ke posisi 6.482,84 pada akhir pekan. Namun investor asing mencatatkan net sell dengan menjual saham senilai Rp 141 miliar di pasar regular. Sepanjang pekan kemaren, IHSG berhasil menguat +0,54%, dengan didukung oleh net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 178 miliar dalam sepekan.

IHSG terus melanjutkan penguatannya menjadi 5 pekan berturut-turut. Performa IHSG sepanjang pekan hampir senada dengan sebagian besar mayoritas bursa saham global, yang juga mengarungi pekan lalu dengan kinerja positif. Aura damai dalam perdagangan antara AS-China yang kian terasa dan positifnya laporan keuangan perusahaan di AS yang masih nampak solid ditengah ancaman perlambatan ekonomi, membuat pelaku pasar cukup optimistis untuk berburu instrumen berisiko seperti saham. Selain itu, komitmen dari pemerintahChinauntuk menggelontorkan stimulus fiskal berupa pemotongan pajak dan biaya lebih lanjut pada tahun ini guna mendorong perekonomian, ikut memantik aksi beli saham di kawasan regional. Sementara sentimen dari domestik masih datang dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan berlanjutnya aksi beli investor asing.

Sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, IHSG terus bergerak menguat dan mulai merangsek mendekati level psikologis 6.500. Penguatan IHSG tersebut bersamaan dengan makin cerahnya pasar saham dunia yang didiorong oleh sentimen positif akan berakhirnya goverment shutdown di AS dan semakin memudarnya sentimen perang dagang AS-China. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam jalur kenaikannya. IHSG terlihat relatif masih kondusif dan berada di fase uptrend, dengan terus konsisten bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa pergerakan IHSG masih berada dalam tren positif. Peluang untuk kembali menembus level 6.500 cukup terbuka pada minggu ini. Apabila IHSG dapat melewati level 6.500, terbuka peluang menuju level all time high sepanjang sejarah yang pernah dicapainya pada tanggal 20 Februari 2018 lalu di level 6.693. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 6.410 dan resistance di level 6.550.

 

A Limited Upside for IHSG-1
Grafik Pergerakan IHSG

Untuk minggu ini, pelaku pasar akan mencermati data manufaktur dan inflasi bulan Januari pada hari jum’at tanggal 1 Februari 2019. BI memperkirakan Inflasi bulan Januari 2019 akan mencapai angka sekitar 0,48%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 28 Januari 2019 : Meeting Kebijakan Moneter BOJ, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Pernyataan Gubernur BOE Carney
  • Selasa 29 Januari 2019 : Rilis kayakinan bisnisAustralia, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 30 Januari 2019 : Pengambilan suara parlemenInggrismengenai Brexit Deal, Rilis data inflasi Australia, Rilis keyakinan bisnis dan sentimen ekonomi serta industri zona eropa, Kebijakan suku bunga The Fed
  • Kamis 31 Januari 2019 : Rilis keyakinan konsumen Inggris, Rilis data manufaktur PMI China
  • Jumat 1 Februari 2019 : Rilis data caixin manufaktur China, Rilis data pekerjaan dan manufaktur AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya di awal pekan, tapi cenderung terbatas. IHSG sudah memasuki area jenuh beli, sehingga berpotensi bergerak dalam pola sideways, setelah menguat terus tanpa henti sejak pertengahan November tahun lalu. Diprediksikan besok IHSG akan mencoba menguji resistance level psikologis 6.500, dan untuk level supportnya akan berada di 6.445.

Walaupun peluang penguatan masih ada, tapi disarankan tetap waspada terhadap potensi profit taking. Meskipun belum tentu terjadi koreksi, tapi disarankan tetap safe trading dan berhati-hati, terutama jika pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market global menjadi tidak kondusif. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah terutama jelang rilis laporan keuangan kwartal ke-4 tahun 2018.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always